Sudah bosan liburan ke Singapura atau Malaysia? Saatnya coba pengalaman berbeda dengan menjelajahi ragam wisata Brunei Darussalam!
Negara kaya minyak ini terletak di pantai utara Kalimantan dan bisa kamu capai dari Jakarta dalam sekitar 3,5 jam penerbangan.
Meski wilayahnya hanya 5.765 km², Brunei punya banyak destinasi menarik yang sayang dilewatkan. Dengan Ayogogo di Private Tour, kamu bisa keliling Brunei dengan nyaman, seru, dan eksklusif tanpa ribet.
Lantas, destinasi mana saja yang wajib masuk itinerary kamu? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.
1. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

Terletak di Jalan McArthur, Bandar Seri Begawan, Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien adalah ikon wisata Brunei Darussalam yang paling terkenal.
Masjid megah ini dibangun pada 1958 dan dinamai sesuai Sultan Brunei ke-28. Arsitekturnya memadukan gaya Islam tradisional dan kontemporer, lengkap dengan kubah emas, kolom marmer dari Italia, serta jendela kaca patri yang indah.
Baca Juga: Eksplorasi Wisata & Kuliner di Pracima Tuin Pura Mangkunegaran
Di tepinya terdapat laguna tenang dengan replika Bahtera Mahligai, perahu kerajaan abad ke-16, dan taman hijau yang tertata rapi.
Masjid ini terbuka untuk siapa saja. Kalau kamu non-Muslim, kamu bisa mengenakan jubah hitam yang disediakan dan berkunjung di luar waktu sholat.
Karena letaknya berada di dalam Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Shopping Complex, kamu bisa mampir ke sini setelah berbelanja atau kulineran.
2. Museum Royal Regalia

Wisata ke Brunei Darussalam kurang lengkap rasanya kalau melewatkan Museum Royal Regalia di Bandar Seri Begawan.
Museum ini dibangun untuk merayakan Silver Jubilee kenaikan takhta Sultan Hassanal Bolkiah pada tahun 1992.
Di dalamnya, kamu bisa melihat koleksi kemegahan dan warisan takhta Sultan, mulai dari kereta kencana emas, replika senjata kerajaan, perisai kuno, hingga cenderamata berornamen.
Selain itu, museum juga memamerkan berbagai hadiah diplomatik dari pemimpin dunia, seperti perhiasan kristal, gading, dan benda seni bernilai tinggi.
Museum buka setiap hari pukul 09.00–17.00, kecuali Jumat. Saat masuk, kamu harus melepas alas kaki dan hanya boleh memotret di area lobi.
3. Kampong Ayer (Desa di Atas Air)

Berbeda dengan pusat kota yang modern, tempat wisata Brunei Darussalam satu ini menghadirkan suasana klasik yang menenangkan.
Kampong Ayer adalah permukiman di atas air yang telah ada lebih dari 1.000 tahun dan dijuluki Venice of the East. Di kawasan ini, sekolah, pasar, masjid, hingga kantor polisi berdiri di atas tiang pancang dan dihubungkan oleh jembatan kayu.
Untuk melihat kehidupan masyarakat lokal dari dekat, kamu bisa naik taksi air menyusuri lorong-lorong Kampong Ayer sambil menikmati suasana desa tradisional yang masih lestari hingga sekarang.
Tarif menyeberang biasanya sekitar BND 1 atau setara Rp11.000–Rp12.000, jadi tetap ramah di kantong.
Selain itu, kamu juga bisa mampir ke Kampong Ayer Cultural & Tourism Gallery. Di sini tersedia menara pandang gratis yang menyuguhkan pemandangan desa dari ketinggian.
4. Taman Nasional Ulu Temburong

Dikenal sebagai “Permata Hijau Brunei”, Taman Nasional Ulu Temburong adalah destinasi wisata Brunei Darussalam yang wajib dikunjungi oleh pecinta alam.
Karena lokasinya yang relatif terisolasi, kawasan ini masih sangat asri dan ekosistemnya terjaga dengan baik.
Taman nasional ini terletak di Distrik Temburong, bagian paling timur Brunei, dan kini bisa diakses lebih mudah melalui Jembatan Sultan Haji Omar Ali Saifuddien, jembatan laut terpanjang di Asia Tenggara yang menghubungkan wilayah ini langsung dengan pusat kota.
Dengan luas sekitar 50.000 hektar, Ulu Temburong memiliki salah satu ekosistem paling beragam di dunia, mulai dari hutan dataran rendah hingga pegunungan.
Kawasan ini juga menjadi rumah bagi komunitas rumah panjang khas Borneo yang masih mempertahankan budaya tradisionalnya.
Daya tarik utamanya adalah Canopy Walkway, jembatan gantung setinggi sekitar 84 meter yang membawa kamu berjalan di antara pucuk pepohonan.
Dari ketinggian ini, kamu bisa menikmati hamparan hutan hijau yang luas, terutama saat matahari terbit atau ketika kabut pagi masih menyelimuti kawasan hutan.
5. Pantai Meragang
Kerap disebut sebagai hidden gem wisata Brunei Darussalam, Pantai Meragang cocok buat kamu yang ingin mencari ketenangan.
Pantai ini masih terasa alami dengan minim komersialisasi. Garis pantainya panjang, pasirnya putih dan halus, sehingga pas untuk jogging pagi atau berjalan santai sambil menikmati matahari terbenam.
Selain bersantai, kamu juga bisa mencoba berbagai aktivitas seperti ATV, berkuda, atau mengunjungi gua kecil di tepi pantai yang sering jadi spot foto menarik.
Menariknya lagi, Pantai Meragang juga dikenal sebagai lokasi pusat penangkaran penyu. Pada musim tertentu, kamu bisa melihat langsung upaya pelestarian penyu yang dilakukan di kawasan ini.
6. Pantai Muara
Berbeda dengan Pantai Meragang yang lebih sunyi, Pantai Muara termasuk obyek wisata alam Brunei Darussalam yang cukup populer dan sering dikunjungi warga lokal, terutama saat akhir pekan.
Pantai ini mudah dijangkau dari Bandar Seri Begawan, sekitar 25 km saja. Kawasannya telah ditata dengan baik, dilengkapi jalur pejalan kaki yang rapi, taman bermain anak, serta deretan pohon cemara yang memberikan keteduhan di sepanjang tepi pantai.
Baca Juga: Pantai Ora, Permata Tersembunyi di Maluku yang Memesona
Garis pantainya cukup luas dan nyaman untuk berjalan santai, piknik ringan, atau sekadar menikmati angin laut.
Saat sore hari, Pantai Muara juga sering jadi pilihan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dan laut lepas yang tenang.
7. Pasar Malam Gadong

Pasar Malam Gadong adalah pasar malam legendaris di Brunei Darussalam yang terletak di kawasan Gadong, tepatnya di Simpang 37.
Tempat ini menghadirkan suasana lokal yang meriah dengan beragam pilihan jajanan dan hidangan khas Brunei. Menariknya, banyak makanan di sini dijual dengan harga mulai dari BND 1 saja, jadi cocok buat kamu yang ingin kulineran hemat.
Salah satu yang wajib kamu coba adalah Ambuyat, hidangan nasional Brunei yang terbuat dari pati sagu dan biasanya disajikan dengan aneka saus khas.
Pasar ini beroperasi setiap hari pukul 16.00–23.00 waktu setempat dan hanya menerima pembayaran tunai.
Dengan area yang ramah difabel serta kebersihan yang terjaga, Pasar Malam Gadong tidak hanya jadi surga kuliner, tapi juga tempat seru untuk merasakan interaksi hangat dengan warga lokal.
8. Billionth Barrel Monument

Billionth Barrel Monument merupakan salah satu wisata Brunei Darussalam yang punya nilai sejarah penting.
Monumen ini dibangun pada tahun 1991 untuk menandai pencapaian produksi minyak Brunei yang mencapai satu miliar barel.
Terletak di tepi Pantai Seria, kawasan penghasil minyak utama di Brunei, monumen ini menjadi simbol kemakmuran negara yang bertumpu pada sektor energi.
Arsitekturnya unik, terdiri dari lima pilar yang melengkung dan menyatu di bagian atas, melambangkan lima pilar dalam rukun Islam.
Di sekitar monumen, kamu bisa melihat unit-unit pompa minyak (nodding donkeys) yang masih aktif beroperasi.
Selain nilai sejarahnya, lokasi monumen yang berada tepat di pinggir laut juga menjadikannya tempat yang tenang untuk menikmati pemandangan sambil mengenal perjalanan ekonomi Kesultanan Brunei.
Penutup
Itulah deretan wisata Brunei Darussalam yang menawarkan perpaduan menarik antara kemewahan religi, sejarah kesultanan, dan keasrian alam yang masih terjaga.
Brunei bukan sekadar tempat singgah, tapi destinasi yang menghadirkan ketenangan sekaligus pengalaman baru yang berkesan.
Siap mengeksplorasi keajaiban Negeri Petrodollar ini tanpa repot mengatur transportasi dan rute perjalanan?
Bersama Ayogogo di Private Tour, liburan ke Brunei bisa dinikmati dengan lebih fleksibel, nyaman, dan eksklusif. Setiap perjalanan dirancang agar kamu bisa fokus menikmati momen tanpa ribet.
Wujudkan liburan impian ke Brunei sekarang juga. Hubungi tim Ayogogo untuk konsultasi itinerary dan penawaran terbaik.