Ada Apa Saja di Kota Lama Semarang? 9 Spot Ikonik yang Sayang Dilewatkan 

Bagikan artikel ini

Daftar isi

Patung Ir Soekarno di area Kota Lama Semarang

Daftar isi

Kota Lama Semarang punya daya tarik tersendiri. Kawasan ini menghadirkan suasana klasik dengan bangunan bergaya kolonial yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Setiap sudutnya terasa estetik dan cocok jadi spot foto sekaligus tempat eksplorasi sejarah.

Di kawasan ini, kamu bisa menemukan berbagai tempat seru untuk dikunjungi, mulai dari museum, galeri seni, hingga kafe dengan konsep vintage yang unik.

Ingin eksplorasi Semarang tanpa ribet? Kamu bisa menggunakan layanan Private Tour dari Ayogogo. Lebih praktis dan seru karena itinerary bisa disesuaikan dengan keinginanmu.

Lalu, Kota Lama Semarang ada apa saja yang wajib dikunjungi? Yuk, simak daftar tempat serunya berikut ini.

1. Gereja Blenduk

Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang

Gereja Blenduk merupakan ikon paling terkenal di Kota Lama Semarang. Bangunan bersejarah ini dibangun pada tahun 1753 pada masa kolonial Belanda dan menjadi salah satu gereja tertua di Jawa Tengah.

Ciri khas utamanya terletak pada kubah besar berwarna merah yang dilapisi perunggu. Dalam bahasa Jawa, bentuk kubah yang menonjol ini dikenal dengan sebutan mblenduk, yang kemudian menjadi asal nama gereja ini. 

Baca Juga: Pengen Kulineran? Ini Dia 5 Tempat Makan Hits di Semarang!

Dari segi arsitektur, Gereja Blenduk mengusung gaya Neo-Klasik dengan bentuk oktagonal (segi delapan).

Masuk ke bagian dalam, kamu akan menemukan organ pipa besar peninggalan zaman kolonial yang masih terawat hingga kini. 

Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi, termasuk renovasi besar pada tahun 1894, bentuk kubah ikoniknya tetap dipertahankan.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Gereja Blenduk juga menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan karena tampilannya yang klasik dan megah.

2. Taman Srigunting

Berlokasi tepat di samping Gereja Blenduk, Taman Srigunting menjadi area terbuka yang nyaman untuk bersantai setelah berkeliling kota. 

Dahulu, tempat ini merupakan parade-plein atau lapangan untuk parade militer pada masa kolonial Belanda. Kini, fungsinya berubah menjadi ruang terbuka hijau yang sering dijadikan titik kumpul wisatawan.

Kamu bisa duduk santai, menikmati suasana, atau sekadar foto-foto dengan latar bangunan tua di sekitarnya. Kehadiran pohon-pohon besar yang rindang membuat area ini terasa sejuk, meskipun cuaca Semarang cukup panas.

Di sekitar taman, kamu juga bisa menemukan berbagai properti foto seperti sepeda onthel tua yang disewakan oleh warga lokal. 

Suasananya semakin hidup dengan lalu lalang pengunjung dan sesekali pertunjukan musik jalanan yang menambah kesan hangat dan santai.

Taman Srigunting dapat dikunjungi kapan saja karena merupakan area publik tanpa tiket masuk, sehingga cocok jadi tempat singgah sebelum melanjutkan eksplorasi ke spot lainnya.

3. Semarang Contemporary Art Gallery

Semarang Contemporary Art Gallery

Semarang Contemporary Art Gallery menempati bangunan tua yang dulunya berfungsi sebagai gudang dan kantor asuransi pada masa kolonial.

Dari luar, bangunannya tampil klasik dengan dominasi warna putih, sementara bagian dalamnya justru mengusung konsep minimalis modern. Perpaduan ini menciptakan kontras visual yang menarik dan membuat setiap sudutnya terasa estetik.

Galeri ini secara rutin menghadirkan pameran yang berganti secara periodik, mulai dari lukisan, patung, hingga instalasi seni digital. Kamu bisa menikmati karya seniman lokal maupun internasional dalam satu ruang yang tertata rapi.

Selain jadi tempat eksplorasi seni, galeri ini juga cocok untuk kamu yang mencari spot foto Instagramable dengan nuansa artistik. Tidak heran jika tempat ini cukup populer di kalangan anak muda.

Untuk informasi kunjungan, galeri ini biasanya buka setiap Selasa–Minggu pukul 10.00–20.30 WIB dan tutup pada hari Senin. 

Harga tiket masuknya berkisar Rp20.000–Rp25.000 per orang, tergantung kategori pengunjung atau pameran yang sedang berlangsung.

4. Gedung Marba

Marba Building

Jika sebagian besar bangunan di Kota Lama Semarang didominasi warna putih, Gedung Marba tampil mencolok dengan fasad batu bata merah yang khas.

Bangunan dua lantai ini mengusung arsitektur Eropa klasik dengan sentuhan gaya Indisch yang dipadukan unsur tropis. 

Detail jendela besar dan lengkungan pintu yang simetris masih terjaga sejak pertama kali dibangun, menambah kesan autentik pada bangunan ini.

Nama “Marba” sendiri merupakan singkatan dari pemilik pertamanya, yaitu Marta Badjunet, seorang saudagar kaya asal Yaman yang membangun gedung ini pada pertengahan abad ke-19.

Pada masa kolonial, gedung ini digunakan sebagai kantor dagang, kantor asuransi jiwa, hingga toko serba ada (warenhuis) yang tergolong modern pada zamannya.

Meski bagian dalamnya tidak dibuka untuk umum, keindahan fasad luar Gedung Marba tetap menjadi daya tarik utama. 

Tidak heran jika bangunan ini sering dijadikan spot foto, termasuk untuk prewedding dan konten media sosial.

5. Spiegel Bar & Bistro

Spiegel Bar & Bistro

Ingin nongkrong dengan suasana berbeda? Spiegel Bar & Bistro menawarkan pengalaman bersantai di dalam bangunan tua yang tetap mempertahankan keaslian arsitekturnya.

Nama “Spiegel” sendiri sudah ada sejak tahun 1895, merujuk pada perusahaan ekspor-impor Winkel Maatschappij H. Spiegel yang pernah beroperasi di tempat ini.

Masuk ke dalam, kamu akan disambut interior megah dengan langit-langit tinggi, pilar besar, serta bar kayu yang elegan. Nuansanya klasik, tapi tetap terasa hangat dan nyaman untuk bersantai.

Menu yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari kopi, artisan cocktail, hingga hidangan Barat dan lokal dengan kualitas premium. Tempat ini cocok jadi pilihan untuk beristirahat setelah lelah berkeliling Kota Lama.

Duduk di sini memberikan pengalaman berbeda, seolah membawa kamu kembali ke suasana Eropa di awal abad ke-20.

6. Kampung Batik Semarang

Ingin berburu oleh-oleh sekaligus pengalaman wisata yang berbeda? Kampung Batik Semarang bisa jadi pilihan menarik. 

Di sini, kamu bisa menemukan berbagai batik khas dengan motif unik, seperti pohon asam, burung kuntul, hingga ikon-ikon Kota Semarang.

Kamu juga bisa melihat langsung proses pembuatan batik yang masih dilakukan secara tradisional. Hal ini membuat kunjungan terasa lebih edukatif.

Kini, kawasan ini telah bertransformasi menjadi kampung wisata yang penuh warna. Begitu masuk, kamu akan disambut deretan mural panjang yang menggambarkan sejarah Kota Semarang hingga cerita-cerita lokal.

Lorong-lorongnya dihiasi payung warna-warni, lampion, serta gerbang artistik yang membuat suasana terasa lebih hidup. 

Nuansanya sangat kontras dengan area Kota Lama yang didominasi bangunan tua, sehingga memberikan pengalaman visual yang berbeda dalam satu perjalanan.

7. Kantor Pos Besar Semarang 

Kantor Pos Besar Semarang berada di ujung kawasan Kota Lama, dekat Jembatan Berok. Tempat ini bukan sekadar lokasi kirim surat, tapi juga menjadi titik nol kilometer Kota Semarang yang sarat nilai sejarah.

Dari Gereja Blenduk, kamu bisa berjalan kaki sekitar 5–7 menit untuk sampai ke sini. Lokasinya cukup mudah ditemukan dan sering jadi bagian dari rute eksplorasi Kota Lama.

Baca Juga: Ramayana Ballet Prambanan: Atraksi Budaya yang Tak Boleh Terlewat Saat ke Jogja

Bangunannya terlihat luas dengan gaya kolonial yang bersih dan megah. Warna putih mendominasi, memberikan kesan klasik yang tetap terawat hingga sekarang. Menariknya, gedung ini masih berfungsi aktif sebagai kantor pos pusat.

Di bagian depan, terdapat penanda titik nol kilometer yang sering dijadikan spot foto. Pada masa kolonial, lokasi ini sangat penting karena berada di jalur Grote Postweg yang dibangun oleh Herman Willem Daendels.

Bagian dalamnya juga masih mempertahankan nuansa lama dengan plafon tinggi. Suasananya terasa unik karena memadukan bangunan bersejarah dengan aktivitas modern yang masih berjalan hingga hari ini.

8. Pasar Klitikan Kota Lama 

Kamera analog tua di Pasar Klitikan Kota Lama

Terletak di area sekitar Gedung Marba dan Taman Srigunting, Pasar Klitikan Kota Lama dikenal sebagai pusat barang bekas dan antik yang punya nilai historis sekaligus estetika.

Di sini, kamu bisa menemukan berbagai koleksi unik, mulai dari kamera analog tua, piringan hitam, uang koin kuno, hingga dekorasi rumah dari era 70-an atau bahkan lebih lama.

Pengalaman berkunjung ke tempat ini bukan sekadar belanja, tapi juga “berburu”. Menemukan barang langka di antara tumpukan koleksi pedagang bisa memberikan kepuasan tersendiri, terutama bagi pecinta barang vintage.

Selain itu, kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan penjual, menawar harga, hingga mendengar cerita menarik di balik barang yang dijual.

Suasananya memang sederhana, tapi justru di situlah letak daya tariknya. Cocok untuk kamu yang ingin merasakan sisi lain dari Kota Lama Semarang yang lebih autentik dan tidak terlalu turistik.

9. Rumah Akar

Rumah Akar merupakan salah satu spot tersembunyi di kawasan Kota Lama Semarang. Lokasinya berada di sebuah lorong kecil yang tidak jauh dari Spiegel Bar & Bistro maupun Gereja Blenduk.

Sesuai namanya, bangunan tua ini dipenuhi akar pohon besar yang menjalar secara alami di dindingnya. Kondisinya sudah tanpa atap, sehingga memberikan kesan terbuka sekaligus sedikit misterius.

Akar-akar yang menjuntai menciptakan tampilan dramatis dan sering dimanfaatkan sebagai latar foto oleh wisatawan. Suasananya terasa berbeda dibanding bangunan kolonial lain yang lebih rapi dan terawat.

Meski bukan destinasi wisata resmi, tempat ini justru menawarkan pengalaman eksplorasi yang lebih bebas dan autentik. Banyak pengunjung datang untuk mencari sudut foto unik yang jarang ditemukan di spot lain.

Karena termasuk area terbuka, kamu bisa mengunjunginya kapan saja. Namun, tetap disarankan untuk berhati-hati serta menjaga kebersihan dan kelestarian bangunan saat berada di lokasi.

Penutup

Menjelajahi Kota Lama Semarang bukan hanya soal berfoto, tapi juga tentang merasakan kembali atmosfer masa lalu yang masih terjaga. 

Dengan banyaknya spot menarik, mulai dari Gedung Marba yang ikonik hingga sudut unik seperti Rumah Akar, satu hari rasanya belum cukup untuk mengeksplor semuanya.

Agar perjalanan terasa lebih santai dan terarah, kamu bisa memanfaatkan layanan Private Tour dari Ayogogo. Dengan itinerary yang fleksibel, kamu bebas menentukan destinasi sesuai keinginan tanpa perlu repot mengatur sendiri.

Yuk, rencanakan perjalananmu ke Kota Lama Semarang dan nikmati setiap sudutnya dengan lebih nyaman!

Kategori:
Menulis, meriset, dan menginspirasi. Words that work, stories that stick!

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jadi yang pertama dapat info promo dan update

Bagikan artikel ini

Langganan Buletin Kami

Dapatkan info terbaru & promo spesial langsung ke email kamu!

Email Subscription Form