Sering menjadi latar berbagai drama Korea ternama, Busan menyuguhkan perpaduan panorama laut yang indah dan kekayaan kuliner yang menggoda selera.
Berbeda dari Seoul, kuliner khas Busan dikenal lebih segar, banyak berbasis hasil laut, dan memiliki cita rasa yang kuat. Mulai dari jajanan kaki lima hingga hidangan legendaris, semuanya mencerminkan karakter kota pelabuhan yang hidup dan dinamis.
Agar perjalanan kuliner kamu di Busan semakin nyaman, pengajuan visa turis Korea Selatan bisa dibantu oleh Ayogogo. Prosesnya praktis dan ditangani secara profesional, jadi kamu bisa fokus menikmati liburan.
Lantas, apa saja kuliner yang wajib kamu cicipi saat berada di sini? Simak daftarnya berikut ini.
1. Milmyeon

Milmyeon merupakan salah satu hidangan paling populer dalam daftar kuliner khas Busan. Sekilas tampilannya mirip naengmyeon, tetapi menggunakan mi berbahan tepung gandum dengan tekstur yang lebih kenyal.
Hidangan ini mulai dikenal setelah Perang Korea, ketika para pengungsi dari Hamheung (Korea Utara) menetap di Busan dan menyesuaikan resep dengan bahan yang tersedia. Seiring waktu, milmyeon berkembang menjadi menu ikonik yang lekat dengan identitas kota ini.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Busan dari Haeundae Blueline Park
Milmyeon disajikan dalam keadaan dingin dengan kuah kaldu daging yang segar, dilengkapi irisan mentimun, telur rebus, dan potongan daging sapi.
Rasanya ringan, sedikit asam, dan menyegarkan. Selain versi berkuah atau water milmyeon, tersedia juga bibim milmyeon dengan bumbu pedas yang lebih kuat.
Untuk mencicipi milmyeon autentik, kamu bisa menemukannya di berbagai restoran legendaris seperti Choryang Milmyeon, Gaya Milmyeon, atau Busan Milmyeon yang sudah lama dikenal wisatawan.
2. Dwaeji Gukbap

Kalau kamu mencari makanan berkuah yang mengenyangkan, dwaeji gukbap wajib masuk daftar.
Hidangan ini berupa sup nasi dengan irisan daging babi yang disajikan bersama kuah kaldu gurih dan hangat.
Keistimewaan dwaeji gukbap terletak pada kaldunya. Tulang dan daging babi direbus selama berjam-jam hingga menghasilkan kuah berwarna putih susu dengan rasa yang kaya, tetapi tetap ringan di lidah.
Kaldu panas ini kemudian disajikan langsung di atas nasi, menciptakan hidangan yang sederhana namun memuaskan.
Untuk menambah cita rasa, pengunjung biasanya menyesuaikan bumbu sesuai selera, seperti menambahkan miso, cuka anggur beras, minyak wijen, atau kecap. Inilah yang membuat setiap mangkuk dwaeji gukbap terasa personal.
Dwaeji gukbap sangat populer di Busan karena porsinya besar dan harganya relatif terjangkau. Hidangan ini umumnya disajikan bersama kimchi, saeujeot, dan daun bawang, sehingga rasanya semakin seimbang antara gurih, asin, dan segar.
Untuk menikmati dwaeji gukbap terbaik, kamu bisa mengunjungi restoran seperti Bonjeon Dwaeji Gukbap dan Jaegi Dwaeji Gukbap.
Selain itu, kawasan Seomyeon serta gang-gang gukbap legendaris juga menjadi tempat favorit yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Busan.
3. Eomuk (Fish Cake Busan)

Kuliner khas Busan satu ini sangat mudah ditemukan dan punya tempat tersendiri di hati wisatawan.
Busan dikenal sebagai kota dengan eomuk terenak di Korea Selatan, berkat penggunaan ikan segar dan proses pembuatan yang lebih teliti dibanding daerah lain.
Berbeda dari fish cake pada umumnya, eomuk Busan memiliki tekstur yang lebih padat dengan rasa ikan yang lebih kuat dan gurih. Adonannya biasanya dibuat dari ikan laut segar yang digiling halus, lalu dibentuk dan direbus atau digoreng sebelum disajikan.
Kamu bisa menemukan eomuk di berbagai street food stall, terutama di pasar tradisional seperti Jagalchi Market dan kawasan BIFF Square.
Eomuk umumnya disajikan dengan kuah kaldu hangat yang ringan, sehingga cocok dinikmati sebagai camilan di sela-sela jalan kaki menjelajahi kota.
Tak hanya lezat, eomuk juga mencerminkan budaya kuliner Busan yang sederhana, hangat, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari warganya.
4. Ssiat Hotteok

Ssiat hotteok adalah versi khas Busan dari hotteok yang populer di Korea dan dikenal sebagai salah satu street food favorit wisatawan.
Kata ssiat berarti “biji-bijian” dalam bahasa Korea, sesuai dengan isiannya yang kaya dan berbeda dari hotteok pada umumnya.
Jika hotteok biasa diisi gula merah dan kacang, ssiat hotteok menggunakan campuran berbagai biji-bijian seperti biji bunga matahari, biji labu, kacang, wijen, hingga kismis.
Setelah adonan digoreng hingga kecokelatan dan renyah di luar, sirup manis dituangkan di atasnya bersama taburan biji-bijian, menciptakan perpaduan rasa yang unik.
Rasanya manis dan gurih dengan tekstur renyah di luar serta lembut di dalam. Ssiat hotteok banyak dijual di kawasan populer seperti BIFF Square, Gukje Market, dan Nampo-dong, dan hampir selalu ramai diburu wisatawan.
Disajikan dalam keadaan hangat, ssiat hotteok cocok dinikmati sebagai camilan saat cuaca dingin atau setelah lelah berjalan-jalan menjelajahi sudut kota Busan.
5. Hoe (Sashimi ala Korea)

Sebagai kota pesisir, kuliner khas Busan sangat lekat dengan hasil laut segar, salah satunya adalah hoe atau sashimi ala Korea.
Hidangan ini menggunakan ikan mentah pilihan yang baru ditangkap, sehingga rasa dan teksturnya tetap terjaga.
Berbeda dari sashimi Jepang, hoe biasanya dinikmati bersama saus gochujang yang pedas-manis serta aneka sayuran segar seperti selada, daun perilla, dan bawang putih.
Potongan ikan dibungkus bersama sayuran sebelum disantap, menghasilkan perpaduan rasa segar, gurih, dan sedikit pedas.
Baca Juga: Menjelajah Langit dan Laut Lewat Busan Air Cruise, Kereta Gantung Ikonik di Busan
Salah satu tempat terbaik untuk menikmati hoe adalah Jagalchi Fish Market. Di pasar ikan terbesar di Korea Selatan ini, kamu bisa melihat langsung beragam hasil laut segar, memilih ikan yang diinginkan, lalu menikmatinya dalam bentuk hidangan siap saji di restoran sekitar area pasar.
6. Nakji Bokkeum

Nakji bokkeum adalah hidangan tumis gurita kecil yang terkenal dengan cita rasanya yang pedas dan menggugah selera.
Potongan gurita segar dimasak cepat bersama saus berbahan dasar gochujang, bawang putih, dan aneka sayuran seperti kol serta daun bawang.
Tekstur guritanya kenyal, berpadu dengan bumbu pedas-manis yang kuat dan aromatik. Proses memasak yang singkat membuat rasa gurita tetap segar tanpa menjadi alot, sehingga setiap suapan terasa seimbang.
Hidangan ini biasanya disajikan panas dan sering dinikmati bersama nasi putih atau dicampur dengan mie.
Di beberapa tempat, nakji bokkeum juga dilengkapi taburan wijen atau tambahan keju untuk memberi sentuhan rasa yang lebih lembut.
Nakji bokkeum banyak ditemukan di restoran lokal Busan, terutama di kawasan yang dekat dengan pasar tradisional.
Menu ini cocok untuk kamu yang ingin mencicipi hidangan laut dengan rasa berani dan karakter yang kuat.
7. Dakkochi

Dakkochi menjadi salah satu street food favorit yang mudah ditemui saat menjelajahi sudut-sudut Busan.
Hidangan ini berupa sate ayam yang dipanggang hingga bagian luarnya sedikit kecokelatan, lalu dilumuri saus khas yang menggugah selera.
Potongan ayam ditusuk rapi dan dimasak di atas bara atau hot plate, menghasilkan aroma smoky yang menggoda. Sausnya memiliki perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas, sehingga cocok dinikmati oleh siapa saja.
Dakkochi paling nikmat disantap selagi hangat, langsung dari gerobak street food di kawasan ramai seperti Nampo-dong dan BIFF Square.
Kuliner khas Busan ini sering menjadi pilihan praktis bagi wisatawan yang ingin mengisi perut sambil berjalan-jalan menikmati suasana kota.
Penutup
Menjelajahi ragam kuliner khas Busan menjadi cara menyenangkan untuk mengenal sisi lain kota pelabuhan ini. Setiap hidangan, mulai dari jajanan kaki lima hingga menu khas berbahan hasil laut segar, menghadirkan pengalaman rasa yang melekat dan sulit dilupakan.
Dengan persiapan perjalanan yang tepat bersama Ayogogo, wisata kuliner di Busan bisa dinikmati dengan lebih nyaman dan tenang. Pengajuan visa turis Korea Selatan pun terasa lebih praktis dan terpercaya, sehingga kamu dapat menikmati liburan dengan lebih santai.
Yuk, atur semua kebutuhan liburanmu bersama Ayogogo dan nikmati keseruan Busan tanpa ribet.