Lewat Private Tour dari Ayogogo, liburan ke Georgia bersama keluarga jadi lebih praktis dan nyaman.
Semua kebutuhan perjalanan akan ditangani secara profesional, mulai dari transportasi hingga itinerary impianmu.
Setelah puas menjelajahi keindahan Georgia, jangan lupa berburu oleh-oleh khas Georgia yang unik dan berkesan. Kira-kira, apa saja yang wajib kamu bawa pulang? Simak daftarnya berikut ini!
1. Churchkhela, Camilan Manis Khas Georgia

Churchkhela sering disebut sebagai “snickers versi Georgia”. Camilan ini terbuat dari kacang, biasanya kenari atau hazelnut, yang dirangkai memanjang lalu dilapisi sari anggur dan dikeringkan.
Rasanya manis alami dengan tekstur sedikit kenyal, mengenyangkan, serta kaya akan kalori, vitamin, dan protein. Tak heran, oleh-oleh khas Georgia ini dulunya menjadi bekal para prajurit karena praktis dibawa dan tahan lama.
Camilan ini sangat awet hingga berbulan-bulan. Jika muncul lapisan putih tipis di permukaannya, itu adalah gula alami yang keluar, bukan jamur, sehingga tetap aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Cara Mudah dan Praktis Mengurus Visa Turis Georgia
Kamu bisa menemukannya dengan mudah di berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional, supermarket, hingga toko oleh-oleh seperti Dry Bridge Market dan Meidan Bazaar yang terkenal di Tbilisi.
Saat membeli, perhatikan warna churchkhela. Sebaiknya hindari yang berwarna terlalu cerah karena kemungkinan menggunakan pewarna buatan.
Churchkhela asli biasanya berwarna coklat, dengan tekstur kenyal di luar seperti jelly padat dan renyah di bagian dalam.
2. Wine Georgia, Salah Satu yang Tertua di Dunia

Georgia dikenal sebagai salah satu negara penghasil wine tertua di dunia.
Keunikan wine di sini terletak pada teknik pembuatannya yang masih tradisional, yaitu menggunakan qvevri, tempayan tanah liat yang ditanam di dalam tanah. Cara ini menghasilkan rasa yang khas, autentik, dan berbeda dari wine pada umumnya.
Beberapa varian yang cukup populer antara lain Saperavi dengan karakter merah pekat dan rasa yang kuat, Kindzmarauli yang cenderung manis dengan tipe semi-sweet, serta amber wine yang dibuat dari anggur putih yang difermentasi bersama kulitnya hingga menghasilkan warna oranye dengan cita rasa yang lebih kompleks dan sedikit smoky.
Soal harga, wine di Georgia cukup bervariasi. Kamu bisa menemukan pilihan mulai dari sekitar 15 GEL untuk kualitas standar hingga lebih dari 100 GEL untuk varian premium.
Karena kualitas dan keunikannya, wine ini sering dijadikan oleh-oleh eksklusif, baik untuk koleksi pribadi maupun hadiah.
Untuk pilihan yang lengkap, kamu bisa mampir ke 8000 Vintages atau Nino Meris Wine Selection.
Kalau ingin merasakan langsung suasana daerah penghasilnya, wilayah Kakheti juga terkenal sebagai pusat produksi wine terbaik di Georgia.
3. Rempah Khmeli Suneli, Rahasia Masakan Georgia

Khmeli suneli merupakan campuran rempah khas Georgia yang banyak digunakan dalam masakan tradisional. Aromanya khas dan cukup kuat, membuat setiap hidangan terasa lebih kaya dan autentik.
Rempah ini biasanya terdiri dari fenugreek, ketumbar, dill, marjoram, hingga kelopak bunga marigold kering yang memberi warna kuning alami. Perpaduannya menghasilkan rasa yang kompleks, cocok untuk membumbui daging panggang, sup, atau olahan kacang-kacangan.
Selain praktis dibawa pulang, harganya juga terjangkau, umumnya berkisar antara 2 hingga 5 GEL per bungkus kecil di pasar tradisional.
Kamu bisa menemukannya di berbagai pasar lokal seperti Deserter Bazaar atau Green Bazaar Kutaisi yang dikenal dengan pilihan rempahnya yang lengkap.
4. Adjika, Saus Pedas Khas Georgia

Bagi pecinta rasa pedas, adjika bisa jadi oleh-oleh khas Georgia yang wajib dibawa pulang. Saus tradisional ini terbuat dari campuran cabai, bawang putih, dan rempah pilihan yang menghasilkan rasa pedas gurih dengan aroma yang khas.
Adjika biasanya disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan, mulai dari daging panggang hingga roti. Teksturnya yang kental membuatnya praktis disimpan dan mudah dibawa saat perjalanan.
Kamu bisa menemukan adjika di berbagai pasar lokal, termasuk Meidan Bazaar dan Batumi Local Market yang dikenal dengan pilihan produk tradisionalnya.
5. Svanetian Salt, Garam Rempah Khas Georgia

Svanetian salt merupakan oleh-oleh khas Georgia yang berasal dari wilayah pegunungan Svaneti yang terkenal sulit dijangkau.
Garam ini dibuat dari campuran garam laut dengan bawang putih segar, jintan, serta berbagai rempah pegunungan lainnya.
Perpaduan tersebut menghasilkan aroma yang sangat tajam dan menggugah selera. Bahkan, begitu kemasannya dibuka, wangi bawang putih dan rempahnya langsung terasa kuat memenuhi ruangan. Inilah yang membuat Svanetian salt begitu khas dan berbeda dari garam biasa.
Selain unik, harganya juga cukup terjangkau, biasanya berkisar antara 3 hingga 6 GEL per kemasan botol atau plastik kecil, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh tanpa perlu khawatir soal bagasi.
Kamu bisa menemukannya di pasar lokal seperti Green Bazaar Kutaisi atau toko modern seperti Carrefour yang juga menyediakan berbagai produk lokal khas Georgia.
6. Tklapi, Lembaran Buah Kering yang Unik

Tklapi adalah camilan tradisional berupa lembaran buah kering yang tipis dan fleksibel, biasanya dibuat dari plum, aprikot, atau anggur.
Proses pembuatannya cukup unik, yaitu dari jus buah yang direbus hingga kental, lalu diratakan di atas papan dan dijemur di bawah matahari sampai menjadi lembaran setipis kertas.
Soal rasa, tklapi punya dua jenis utama. Ada yang manis, biasanya dari aprikot atau anggur, dan ada juga yang masam dari plum liar atau tkemali.
Varian yang masam ini tidak hanya dimakan langsung, tetapi juga sering digunakan sebagai tambahan rasa dalam sup daging seperti Kharcho.
Baca Juga: 10 Destinasi Wajib di Tbilisi Georgia Untuk Liburan Tak Terlupakan
Selain praktis dibawa, harganya juga cukup terjangkau, umumnya sekitar 2 hingga 4 GEL per lembar besar. Dengan rasa yang unik dan bentuk yang berbeda dari camilan pada umumnya, tklapi jadi pilihan menarik untuk dibawa pulang.
Kamu bisa menemukannya di pasar lokal seperti Green Bazaar Kutaisi maupun di pusat oleh-oleh seperti Meidan Bazaar.
7. Blue Tablecloth, Kain Tradisional Khas Georgia
Blue tablecloth atau lurji supra merupakan salah satu oleh-oleh khas Georgia yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna budaya.
Kain tradisional ini umumnya digunakan sebagai taplak meja, dengan ciri khas warna biru tua dan motif putih yang dicetak menggunakan teknik tradisional.
Jika diperhatikan lebih dekat, setiap motifnya bukan sekadar dekorasi, melainkan mengandung simbolisme khas Georgia. Gambar rusa dan burung melambangkan “Pohon Kehidupan” dalam mitologi setempat, sementara ikan menjadi simbol keberuntungan sekaligus representasi dalam tradisi Kristen.
Motif peralatan makan seperti pisau dan garpu menggambarkan keramahan masyarakat Georgia, sedangkan pola geometris menunjukkan pengaruh seni Timur yang telah diadaptasi ke dalam gaya lokal.
Selain digunakan dalam jamuan tradisional seperti supra, kain ini juga sering dijadikan dekorasi rumah karena tampilannya yang estetik dan berkarakter.
Proses pembuatannya pun masih mempertahankan teknik cetak manual atau block printing, sehingga setiap lembar memiliki sentuhan yang unik.
Jika kamu ingin mendapatkan kualitas terbaik, kamu bisa mencarinya di Old Supra atau Gallery 27 yang dikenal menjual desain autentik dengan kualitas kain yang baik.
8. Wine Horn, Tanduk Minum Tradisional

Wine horn atau tanduk minum tradisional merupakan salah satu oleh-oleh khas Georgia yang unik.
Wadah ini biasanya terbuat dari tanduk hewan seperti kambing gunung, domba, atau sapi, dan digunakan dalam tradisi supra sebagai simbol kebersamaan.
Bentuknya yang melengkung membuat wine harus diminum hingga habis dalam sekali teguk, melambangkan keberanian dan rasa hormat dalam budaya setempat.
Selain digunakan dalam tradisi, wine horn juga populer sebagai souvenir karena tampilannya yang estetik.
Beberapa dibuat khusus untuk pajangan, sementara yang fungsional biasanya sudah dilapisi bahan aman agar tetap bisa digunakan untuk minum.
Jika ingin membawanya pulang, pastikan produk sudah diproses dengan baik dan kemas dengan aman di bagasi agar tidak rusak selama perjalanan.
9. Pardagi dan Khali, Karpet Tradisional Georgia

Karpet tradisional seperti Pardagi dan Khali merupakan representasi nyata dari kekayaan seni Georgia.
Dibuat sepenuhnya secara handmade, karpet ini menampilkan motif geometris yang terinspirasi dari alam, simbol mitologi, hingga pengaruh seni Kaukasus yang kuat.
Pardagi hadir sebagai karpet tenun datar tanpa bulu yang ringan namun tahan lama. Motifnya juga bisa digunakan bolak-balik, sehingga lebih praktis.
Sementara itu, Khali menawarkan permukaan berbulu yang lebih tebal dan empuk, dengan proses pembuatan yang lebih rumit dan membutuhkan ketelatenan tinggi.
Menariknya, setiap daerah memiliki ciri khas visualnya sendiri. Wilayah Kakheti dikenal dengan palet warna hangat, sedangkan daerah pegunungan seperti Tusheti mempertahankan warna alami bulu domba seperti hitam dan abu-abu yang autentik.
Kamu bisa berburu koleksi terbaiknya di Dry Bridge Market atau galeri seni di kawasan Tbilisi untuk mendapatkan potongan sejarah yang bisa dibawa pulang.
10. Produk Wol Felt (Tekutsa), Kerajinan Hangat dari Pegunungan
Produk wol felt atau tekutsa merupakan salah satu kerajinan tradisional tertua di Georgia.
Dalam bahasa lokal, bahan ini dikenal sebagai teka dan banyak berkembang di wilayah pegunungan seperti Tusheti dan Khevsureti.
Proses pembuatannya menggunakan teknik pemadatan wol tanpa ditenun, yang sudah digunakan sejak lama untuk menghadapi suhu dingin di daerah tersebut.
Dari teknik ini dihasilkan berbagai produk seperti topi, syal, sandal, tas, hingga dekorasi rumah dengan tekstur tebal, hangat, dan tahan lama. Selain fungsional, tampilannya juga unik dengan sentuhan motif tradisional yang khas.
Karena ringan dan tidak mudah rusak, kerajinan ini cocok dijadikan oleh-oleh. Namun, perawatannya perlu diperhatikan.
Produk wol felt sebaiknya tidak dicuci menggunakan mesin. Gunakan air dingin dan sabun lembut, lalu keringkan dengan cara diangin-anginkan tanpa diperas agar bentuknya tetap terjaga.
Di Tbilisi, kamu bisa menemukannya di Teka Shop yang berada di kawasan Old Tbilisi atau di galeri seni seperti Gallery 27.
Penutup
Berburu oleh-oleh khas Georgia bukan hanya soal membawa pulang barang, tetapi juga cara sederhana untuk menyimpan kenangan perjalanan.
Mulai dari camilan tradisional hingga kerajinan tangan yang sarat makna, setiap pilihan punya cerita yang membuat liburanmu terasa lebih berkesan.
Agar pengalaman liburan semakin nyaman, pastikan perjalananmu direncanakan dengan baik.
Lewat Private Tour dari Ayogogo, kamu bisa menikmati setiap momen di Georgia tanpa repot, termasuk waktu berburu oleh-oleh di tempat terbaik.
Jadi, sudah siap menentukan oleh-oleh khas Georgia favoritmu? Yuk, liburan bareng Ayogogo saja!