Ingin menjelajah Taiwan lebih jauh? Kamu bisa berkunjung ke kota Tainan bersama Ayogogo di Private Tour.
Terletak di sebelah barat daya, kota tertua di Taiwan ini berjarak sekitar 300 km dari Taipei. Meski jauh, atmosfer klasiknya yang tenang sangat berbeda dengan hiruk-pikuk ibu kota.
Apa saja keunikan dan destinasi seru yang menantimu di sini? Yuk, intip panduan lengkapnya di bawah ini!
Jejak Sejarah Kota Tainan: Ibukota Tertua Taiwan

Tainan dikenal sebagai kota tertua di Taiwan dan memiliki peran penting dalam sejarah pulau ini.
Meski kawasan ini sudah dihuni jauh sebelum abad ke-17, Tainan mulai berkembang sebagai pusat perdagangan maritim ketika Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) membangun basis kolonial di sini pada 1624.
Pada masa itu, didirikan Fort Zeelandia di kawasan Anping sebagai benteng pertahanan sekaligus pusat administrasi. Kehadiran benteng ini menjadikan Tainan berkembang sebagai pelabuhan penting dan pintu masuk perdagangan internasional.
Baca Juga: Cara Mudah dan Praktis Mengurus Visa Turis Taiwan
Tak lama kemudian, pada 1661, panglima loyalis Dinasti Ming, Koxinga, merebut wilayah ini dari Belanda dan menjadikan Tainan sebagai basis pemerintahan. Dari sinilah kota ini mulai dikenal sebagai pusat politik awal Taiwan.
Selama lebih dari dua abad, hingga akhir abad ke-19, Tainan menyandang status sebagai pusat ekonomi dan politik Taiwan di bawah pemerintahan Dinasti Qing. Status inilah yang membuat Tainan mendapat julukan ancient capital atau ibu kota kuno Taiwan.
Tak hanya dikenal sebagai kota tua, Tainan juga dijuluki Kota Seribu Kuil karena banyaknya kuil bersejarah yang tersebar di seluruh kota.
Di setiap sudut jalan, kamu bisa melihat perpaduan arsitektur tradisional Tiongkok, sisa benteng kolonial Belanda, hingga bangunan bergaya barok peninggalan masa pendudukan Jepang.
Aktivitas & Destinasi Seru yang Wajib Dikunjungi di Tainan
1. Menelusuri Jejak Sejarah di Anping Old Fort

Anping Fort merupakan salah satu situs bersejarah paling penting di Tainan. Benteng ini dibangun Belanda pada abad ke-17 dengan nama Fort Zeelandia. Pada masanya, Benteng Anping pernah menjadi pusat pertahanan sekaligus perdagangan.
Saat berkunjung, kamu bisa melihat sisa benteng bata merah, meriam tua, museum kecil berisi artefak sejarah, hingga menara observasi dengan panorama sekitar.
Jangan lewatkan juga Anping Tree House yang berada tepat di sebelahnya. Bekas gudang tua yang kini tertutup akar pohon beringin raksasa ini menjadi salah satu spot unik dan ikonik di kawasan Anping.
Untuk pengalaman yang lebih nyaman, datanglah pagi atau menjelang sore saat cuaca lebih sejuk untuk menjelajah area bersejarah ini.
2. Jalan Santai dan Kulineran di Anping Old Street
Setelah puas menjelajahi benteng, saatnya melipir ke Anping Old Street, kawasan kota tua yang dipenuhi gang sempit, toko tradisional, dan aroma kuliner yang menggoda.
Sebagai salah satu jalan tua paling terkenal di Taiwan, tempat ini cocok untuk slow travel sambil menikmati atmosfer heritage yang masih terasa kuat.
Di sepanjang jalan, kamu bisa menemukan beragam camilan khas seperti shrimp crackers khas Anping, Aiyu jelly yang menyegarkan, hingga Gua Bao yang kerap dijuluki burger khas Taiwan. Selain kuliner, kawasan ini juga menarik untuk berburu kerajinan lokal dan suvenir unik.
Jangan lewatkan menjelajahi gang-gang kecil yang dikenal sebagai Sword Lion Lanes. Di sini kamu bisa melihat relief kepala singa menggigit pedang di pintu rumah-rumah tua, yang dipercaya sebagai simbol pelindung dari roh jahat.
Setiap relief punya desain berbeda, membuat kawasan ini terasa semakin unik dan penuh cerita.
3. Mengunjungi Chihkan Tower, Ikon Bersejarah Kota Tainan

Chihkan Tower atau Fort Provintia merupakan landmark paling ikonik di Tainan yang menjadi saksi bisu transisi kekuasaan dari kolonial Belanda ke Dinasti Qing.
Uniknya, di sini kamu bisa melihat pondasi benteng bergaya Eropa yang di atasnya berdiri megah paviliun berarsitektur Tiongkok klasik dengan atap merah yang ikonik.
Di dalam kompleksnya, kamu akan disambut oleh deretan 9 patung kura-kura batu raksasa yang menggendong prasasti sejarah dari Kaisar Tiongkok. Jangan lewatkan kesempatan untuk berfoto di antara gerbang-gerbang merah dan paviliun kayu yang artistik.
Datanglah saat sore menjelang malam. Selain udaranya lebih sejuk, lampu-lampu yang mulai menyala membuat suasana menara ini terlihat sangat megah dan fotogenik.
Jika beruntung, kamu pun bisa menikmati senja sambil mendengarkan alunan musik tradisional di taman yang asri ini.
4. Merasakan Suasana Tenang di Tainan Confucius Temple

Tainan Confucius Temple yang dibangun pada 1665 dikenal sebagai kuil Konfusius tertua sekaligus akademi pertama di Taiwan, sehingga dijuluki The First Academy of Taiwan. Dahulu tempat ini menjadi pusat pendidikan penting pada masa Dinasti Qing.
Kuil ini tampil bersahaja namun megah dengan gerbang merah ikonik, dinding bata klasik, serta taman rindang yang dipenuhi pohon beringin tua.
Suasananya tenang dan cocok untuk bersantai sejenak sambil menikmati sisi budaya Tainan yang lebih damai.
Menariknya, hingga kini kuil ini masih menjadi pusat budaya yang aktif. Banyak warga datang untuk berdoa, termasuk para pelajar yang berharap dimudahkan dalam pendidikan, membuat tempat ini bukan sekadar situs sejarah, tetapi juga bagian hidup dari tradisi lokal.
5. Menikmati Sisi Modern di Blueprint Culture & Creative Park
Kalau ingin melihat sisi modern dan lebih Instagrammable dari Tainan, mampirlah ke Blueprint Culture & Creative Park yang berada di kawasan pusat kota, dekat South District.
Bekas kompleks asrama lama ini kini disulap menjadi pusat seni kreatif yang penuh instalasi art, mural estetik, butik desainer lokal, toko kreatif, hingga kafe-kafe unik untuk bersantai.
Salah satu spot paling ikonik di sini adalah lukisan dinding 3D berwarna biru yang kerap jadi incaran wisatawan untuk berfoto.
Baca Juga: Kota Shifen Taiwan: 5 Daya Tarik Ikonik yang Wajib Kamu Jelajahi
Selain cocok untuk hunting konten, tempat ini juga sering menggelar event komunitas dan pameran seni, membuat suasananya selalu hidup.
Destinasi ini pas buat kamu yang ingin menikmati sisi Tainan yang lebih modern setelah menjelajahi deretan situs bersejarahnya.
6. Berburu Kuliner di Tainan Flower Night Market

Belum lengkap rasanya mengunjungi Tainan tanpa mampir ke Tainan Flower Night Market, salah satu pasar malam terbesar dan paling populer di Taiwan.
Tempat ini adalah surga street food dengan ratusan kios makanan, permainan karnaval klasik, hingga deretan toko pakaian dan aksesori unik.
Berbeda dengan pasar malam di Taipei yang buka setiap hari, Flower Night Market hanya beroperasi pada Kamis, Sabtu, dan Minggu. Jadi, pastikan kamu menyesuaikan itinerary agar tidak melewatkan keriuhan di sini.
Saat berburu kuliner, jangan lewatkan Danzai Noodles, Coffin Bread, dan beef soup khas Tainan yang legendaris. Untuk camilan manis, sweet potato balls juga jadi favorit banyak pengunjung.
Menariknya, pasar ini memakai sistem penanda berupa bendera tinggi di atas kios-kios, sehingga memudahkan pengunjung menemukan lapak favorit di tengah keramaian.
Cuaca di Kota Tainan: Kapan Waktu Terbaik Berkunjung?

Secara geografis, Tainan berada di wilayah selatan Taiwan yang beriklim subtropis hangat, sehingga suhu di sini cenderung lebih tinggi dibanding Taipei di bagian utara. Cuacanya relatif nyaman sepanjang tahun, tetapi beberapa musim dianggap lebih ideal untuk traveling.
- Musim gugur (Oktober – Desember) sering disebut sebagai waktu terbaik untuk berkunjung. Cuacanya sejuk, hujan cenderung minim, dan matahari tidak terlalu terik, sehingga cocok untuk berjalan kaki menjelajahi situs sejarah maupun kawasan kota tua.
- Musim semi (Maret – Mei) juga menarik untuk liburan karena udara mulai menghangat, tetapi masih nyaman untuk eksplorasi. Di periode ini, suasana kota terasa lebih hijau dan segar.
- Musim panas (Juni – Agustus) cenderung panas dan lembap, dengan suhu bisa menembus lebih dari 30°C. Jika datang pada musim ini, sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman, bawa payung, dan siapkan jadwal wisata yang fleksibel karena hujan mendadak bisa terjadi.
- Musim dingin (Januari – Februari) di Tainan relatif ringan dan tidak sedingin Taipei, dengan suhu rata-rata sekitar 15–19°C. Cukup membawa jaket tipis untuk tetap nyaman saat berjalan-jalan, terutama pada malam hari.
Penutup
Tainan menawarkan pengalaman berbeda saat menjelajahi Taiwan, mulai dari jejak sejarah yang kuat, kuliner legendaris, hingga suasana kota tua yang penuh pesona.
Bagi kamu yang ingin melihat sisi Taiwan yang lebih autentik di luar gemerlap Taipei, Tainan jelas layak masuk bucket list perjalanan.
Jika ingin liburan ke sana terasa lebih nyaman tanpa repot menyusun itinerary sendiri, kamu bisa memesan perjalanan bersama Private Tour dari Ayogogo.
Dengan layanan yang personal, kamu bebas mengeksplorasi setiap sudut bersejarah Tainan dengan lebih fleksibel dan berkesan.